Guru Penggerak (Tergerak, Bergerak dan Menggerakkan) Guru Milenial

Senin, 18 Oktober 2021

3.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid


 
Hal-hal menarik yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan bagaimana benangmerah yang bisa Anda tarik dari keterkaitan antarmateri yang diberikan dalam modul 3.3?Hal yang menarik menurut saya yaitu Manajemen resiko dan MELR, dalam pengelolaan sebuah program yang berdampak pada murid yang terdiri dari resiko keuangan, resiko pemenuhan, danresiko reputasi sekolah, selain itu dalam penyusunan program dapat memahami serta melaksanakanMonitoring,evaluasi, learning, dan reporting (MELR) pada murid berdasrkan pemetaan assetdengan mempertimbangkan manajemen resiko MELR yang merupakan (Monitoring, Evaluation,Learn, Reporting) Monitoring adalah proses perhimpunan data analisa internal dari sebuah program.
Manajemen Resiko
Dalam dunia pendidikan kita mengenal istilah manajemen pendidikan yang dilakukan sekolahuntuk mengembangkan mutu sekolah, manajemen risiko merupakan salah satu hal wajib yang harusdilakukan dalam merencanakan program sekolah. Manajemen risiko haruslah menjadi satu kesatuan bagian yang tak terpisahkan dari pelaksanaan sistem manajemen di sekolah. Labombang (2011: 39) berpendapat bahwa walaupun suatu kegiatan telah direncanakan sebaik mungkin, namun tetapmengandung ketidakpastian bahwa nanti akan berjalan sepenuhnya sesuai rencana.Dalam Prinsip Dasar Manajemen risiko (2019:3) Manajemen risiko adalah metode yangtersusun secara logis dan sistematis dari suatu rangkaian kegiatan; penetapan konteks,identifikasi,analisa, evaluasi, pengendalian serta komunikasi risiko.Risiko merupakan sesuatu yang memiliki dampak terhadap pencapaian tujuan organisasi. beberapa tipe risiko di lembaga pendidikan, meliputi:1.
 
Risiko Strategis, merupakan risiko yang berpengaruh terhadap kemampuan organisasimencapai tujuan2.
 
Risiko Keuangan, merupakan risiko yang mungkin akan berakibat berkurangnya aset3.
 
Risiko operasional, merupakan risiko yang berdampak pada kelangsungan proses manajemen4.
 
Risiko pemenuhan, merupakan risiko yang berdampak pada kemampuan proses dan prosuderalinternal untuk memenuhi hukum dan peraturan yang berlaku5.
 
Risiko Reputasi, merupakan risiko yang berdampak pada reputasi dan merek lembaga.(Princewatercoper, 2003)
MELR 
 
Monitoring
 kegiatan yang dilakukan dalam rangka pengawasan dan pengendalian kegitan yangdilaksanakan untuk umpan balik pelaksanaan kegiatan yang sedang berjalan, dilakasanakan denganmelihat langsung pelaksanaan kegiatan untuk mengetahui kesesuaian kegiatan perencanaan dan pelaksanaan suatu program.
Evaluation
 adalah penilaian secara periodik pada suatu program yang sudah tuntas/selesai. Proses pengukuran yang dicapai dibandingkan sasaran yang telah ditentukan sebagai bahan penyempurnaan perencanaan pelaksanaan program. Adapun prinsip dari evaluation menyeluruh, berkesinambungan,obyektif, hasil evaluasi dapat digunakan sebagai penghargaan bagi yang berhasildan merupakan motivasi bagi yang belum berhasil. Cara yang digunakan antara lainkuantitatifsesuai dengan monitoring yang dilakukan dan tekniknya adalah observasi langsung di sekolah, isianinstrument pengamatan, wawancara, berperanserta.
 
Learn
 adalah merefleksikan situasi 4F (Fact,Filling, finding, future), Reporting adalah alat bagi pimpinan untuk menginformasikan atau memberikan masukan untuk setiap pengambilan keputusan.Dr Roger green yang seorang ahli dibidang pelatihan guru dan sebagai fasilitator merancangkerangka kerja pembelajaran (learning) melalui model (4F) adalah fact (fakta) : catatan obyektiftentang apa yang terjadi, Feeling, (Perasaan): reaksi emosional tentang sesuatu, finding (temuan): pembelajaran konkrit yang diambil dari situasi tersebut, future (masa depan): menyusun pembelajaran digunakan untuk masa depan
Reporting/Laporan
 adalah alat bagi pimpinan untuk menginformasikan atau memberikan masukanuntuk pengambilan setiap keputusan yang diambilnya, oleh karena itu laporan harus akurat, lengkap,dan obyektif. Dalam prakteknya laporan adalah sebuah dokumen yang merupakan produk akhir darisuatu kegiatan.Jadi keterkaitan antarmateri yang diberikan dari modul 3.3 yaitu perencanaan sebuah program berdasarkan asset yang dimiliki, menggunakan tahapan BAGJA dengan memperhatikan manajemenresiko dan MERL.
 
Apakah kaitan antara pemetaan sumber daya dengan perencanaan program sekolah yang berdampak pada murid?Sekolah membuat program dengan mempertimbangkan Aset Based Thinking sebagai sumber dayasebagai kekuatan yang ada pada sekolah dalam pemetaan sumber daya sebagai pendukungterlaksananya perencanaan program sekoalah yang berdampak model BAGJA, untuk tercapainyamerdeka belajar, sehingga mendapat pembelajaran bermakna menuju profil pelajar Pancasila.
 
Adakah materi dalam modul lain/paket modul lain yang berhubungan dengan materi dalam modul3.3. ini? Jabarkanlah jika ada.Kaitannya dengan materi lain yaitu apabila dikaitkan dengan Filosofi Kihajar Dewantara programsekolah yang berdampak pada murid untuk terwujudnya merdeka belajar dan guru menuntun siswasesuai dengan kodratnya. Kaitannya dengan Inkuiri Apresiatif adalah program sekolah yang berdampak pada murid dengan mempertimbangkan metode BAGJA dengan pemetaan kekuatansekolah sehingga terbentuk kekuatan sekolah. Kaitannya dengan Pengelolaan Aset Sekolah programsekolah yang berdampak pada murid dengan selalu berpikir positif dan memanfaatkan potensi yangada di sekolah sebagai kekuatan yang harus terus dikembangkan.
 
Bagaimana kaitan dari semua materi tersebut dengan peran Anda sebagai guru penggerak?Setiap modul yang telah saya pelajari memberikan pengalaman pembelajaran untuk menjadiseorang guru penggerak yang dapat mencetak generasi merdeka belajar bermakna menuju profil pelajar Pancasila dan menuntun murid dalam mengoptimalkan kodrat (potensinya). Oleh karenaitu guru penggerak harus mampu memetakan aset sekolah, mengelolah aset tersebut danmemanfaatkan kekuatan yang dimiliki sekolah (Inkuiri Apresiatif) dalam merancang programyang berdampak pada murid

Selasa, 14 September 2021

Koneksi Antarmateri Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Assalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarokatu.

"Menuntut ilmu adalah Taqwa, menyampaikan ilmu adalah Ibadah, mengulangi ilmu adalah Zikir, mencari ilmu adalah Jihad"
 (Al Ghazali)

Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik” (Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best). 
 Bob Talbert 

Menjadi guru yang mampu mengambil keputusan yang tepat tentunya sesuai dengan pandangan Pratap Triloka yaitu : 1) Ing ngarsa sung tulada 2) Ing madya mangun karsa dan 3) Tut wuri handayani. Seorang pemimpin pembelajaran haruslah memberikan tauladan bagi orang yang dipimpinnya. Keteladanan menjadi sebuah hal yang sangat penting karena akan berpengaruh pada proses berpikir dan tingkat kepercayaan orang yang dipimpin terhadapnya. Sebab nilai-nilai dan prinsip dalam pengambilan setiap keputusannya akan mencerminkan jati dirinya sebagai pemimpin yang patut untuk diikuti. Dalam hal ini guru sebagai seorang pamong dapat menggunakan sistem among dalam pembelajaran untuk menyampaikan karakater baik bagi peserta didik hingga mereka percaya amongnya dapat menuntunnya menjadi manusia yang lebih baik. Selain itu implementasi Pratap Triloka menjadi sangat penting dalam lingkungan sekolah terutama dalam pengambilan keputusan bagi guru sebagai pemimpin pembelajaran. 

Kita dapat melakukan praktik pengambilan keputusan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) sesaui amanat dari Program pendidikan Guru Penggerak (PPGP) yang telah diberikan penjelasan tambahan oleh pendamping serta fasilitator dalam menjalankan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. 

Pengambilan keputusan yang tepat oleh pemimpin pembelajaran sesuai pandangan triloka Ki Hajar Dewantara, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Sehingga tidak menimbulkan kesulitan-kesulitan dalam lingkungan sekolah untuk melaksanakan dan menjalankan manah sebagai pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika. Dengan demikian perubahan paradigma baru dalam berkolaborasi mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid akan terbentuk dari setiap keputusan-keputusan kita dalam memimpin pembelajaran. 

Pemimpin pembelajaran mengambil dan menguji keputusan dalam situasi dilema etika karena adanya beberapa nilai-nilai yang bertentangan denan 9 panduan sebagai berikut: 
1. Mengenal nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini 
2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini. 
3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini 
4. Pengujian benar atau salaha. 
    a. Uji legal 
    b. Uji Regulasi/Standar Profesional 
    c. Uji Intuisi 
    d. Uji Halaman Depan Koran 
    e. Uji Panutan/Idola 
5. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar 
6. Melakukan Prinsip Resolusi 
7. Investigasi Opsi Trilema 
8. Buat Keputusan 
9. Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan 

Dalam setiap pengambilan keputusan yang dilakukan guru sebagai pemimpin pembelajaran hendaknya dapat menuntun dan memberikan kemerdekaan murid dalam mengemukakan pendapat dan mengekspresikan pengetahuannya. Dengan demikian murid dapat belajar mengambil keputusan yang sesuai dengan pemikirannya dan panduan serta pengalaman yang diperoleh dari amongnya. Menjadi murid yang merdeka, kreatif, inovatif, pribadi sesuai profil pelajar Pancasila dapat mengambil keputusan yang tepat menentukan masa depan mereka sendiri. Kemampuan tersebut dapat terlatih melalui budaya positif di lingkungan sekolah.

POSTINGAN TERBARU

Catatan Lokakarya Orientasi dan Laporan Lokakarya Orientasi Pendidikan Guru Penggerak

Catatan Lokakarya Orientasi Pembukaan Program Pendidikan Guru Penggerak, Sabtu 19 Agustus 2023 sesuai agenda Balai Guru Penggerak Provinsi...